30 Juni 2012

contoh : Test Kompetensi Guru IPS SMP, Soal Uji Kompetensi Guru IPS SMP / mts


Test Kompetensi Guru IPS SMP, Soal Uji Kompetensi Guru IPS SMP
1. Jelaskan fungsi dan peranan peta dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Jelaskan pula makna kata “dipilih” yang terkandung dalam peta.
2. Jelaskan kegunaan skala peta bagi para pengguna peta.
3. Mengapa antara judul peta dan isi peta harus sama?
4. Jelaskan mengapa atlas merupakan suatu buku acuan, apa kebaikan dan kelemahan atlas?
5. Bagaimana cara mengukur skala globe? Lakukan pengukuran dengan menggunakan benang jarak antara dua tempat pada Globe, berapakah jarak sebenarnya dari dua tempat tersebut?
6. Apakah kegunaan peta sebagai media pembelajaran?
7. Apakah yang disebut peta umum dan peta tematik itu?
8. Apakah kegunaan Globe itu?
9. Jelaskan semboyan kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia
10. Jelaskan kegiatan VOC di Indonesoa bagian Timur, bagaimana pula kegiatan di Jawa Jelaskan pemerintah kolonial berusaha merombak tatanan politik kerajaan- kerajaan pribumi
11. Jelaskan jasa-jasa Rafles selama berkuasa di Indonesia pula kegiatan di Jawa Terangkan Pengaruh Tanam Paksa bagi masyarakat pribumi
12. Jelaskan pengertian dari interaksi sosial!
13. Jelaskan syarat-syarat terjadinya interasi sosial!
14. Berikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial yang anda ketahui!
15. Uraikan definisi apa yang anda ketahui tentang struktur sosial!
16. Jelaskan ciri-ciri dari struktur sosial!
17. Berikan contoh dari fungsi struktur sosial yang anda ketahui!
18. Uraikan definisi dari sosialisasi!
19. Jelaskan bentuk-bentuk sosialisasi yang anda ketahui!
20. Berikan contoh bentuk-bentuk sosialisasi yang pernah anda alami!
21. Uraikan definisi dari kebudayaan
22. Jelaskan fungsi kebudayaan bagi manusia!
23. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang gerak kebudayaan!
24. Apa yang anda ketahui tentang perubahan sosial dan budaya
25. Jelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan sosial dan Budaya
26. Jelaskan bentuk-bentuk perubahan sosial budaya yang anda ketahui!



DAFTAR MATA KULIAH SEMESTER 7 IPS IUN MALIKI MALANG

DAFTAR MATA KULIAH SEMESTER 7
1.       MANAJEMEN PEMASARAN
2.       EKONOMI INDONESIA
3.       SEMINAR PENDIDIKAN EKONOMI
4.       APLIKASI KOMPUTER
5.       SEJARAH KEBUDAYAAN INDONESIA
6.       SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PEMBANGUNAN
7.       PENGEMBANGAN MATERI IPS PENDIDIKAN DASAR II

SIVITAS PENDIDIKAN IPS C ANGKATAN 2008 / kelas SINC4N

SIVITAS PENDIDIKAN IPS C ANGKATAN 2008
1..Umi Habibah                       
2. Nila Wahyuningsih            
3. Maira Tri Diniarti               
4. Rizka Mulidiya                  
5. Miftahul Lutfi                    
6. Naimatun Nikmah              
7. Habib Makmun                  
8. Nikmatul Makrifah            
9. Ummi Nur Salamah           
10.  M. Hamid Fathullah         
11.  Salman Farizi                   
12.  Khairatun Nisak               
13.  Amirun Najih                   
14.   Hapid                              
15.  Fadlullah Ahmad             
16.  Farida Fasa                       
17.  Fatkur Rohman                
18.  Taufiq Hidayat                 
19.  Ahmad Yusron                
20.  Ziadatul Rofi’ah              
21.  Mahillah                           
22.  Syamlawi                         
23.  Anisa Ul Muflihah           
24.  Nurul Farida                     
25.  Ahsin Amali                     
26.  Ardina Nur Laela             
27.  Titik Hariyani                   
28.  Nur Wasil                         
29.  Ludya Aini                       
30.  M. Suhudi                        
31.  Ida Listyana                     
32.  M. Tri Santoso                 
33.  Yulia Ita Nur                    
34.  M. Iqbal Habibi                
35.  Subairi                              
36.  Fuad Abdul Baqie M.      
37.  Hammam Farosdak          
38.  Khairul Umur                   
39.  Hendra Yudianto             
40.  Khozaina                          
41.  Budi Hartanto                  

PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN BOJONEGORO

1.       Universitas Bojonegoro (UNIGORO)
2.       Universitas Terbuka cabang Bojonegoro (UT)
3.       Politeknik Negeri Bojonegoro
4.       Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Bojonegoro (IKIP)
5.       Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro (STIT)
6.       Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bojonegoro (STKIP)
7.       Akademi Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro (AKES)
8.       Akademi Kebidanan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (AKBID)
9.       Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nusantara Bojonegoro  (STIKES)
10.  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro (STIE)
11.  Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro (STAI)
12.  Sekolah Tinggi Agama Islam Attanwir Bojonegoro (STAI)

Riset Pemasaran

A.  Proses Riset pemasaran
Untuk memahami konsumen perusahaan, pesaing, grosir dan sebagainya, setiap pemasar memerlukan riset pemasaran. Manajer merk produk di perusahaan besar seperti procter dan gambel akan memesan tiga atau empat studi riset pemasaran penting setiap tahunnya. Manajer pemasaran dalam perusahaan yang lebih kecil akan memesan lebih sedikit studi riset pemasaran. Lama-kelamaan organisasi nirlaba menyadari bahwa mereka membutuhkan riset pemasaran.
Para manajer yang menggunakan riset pemasraan perlu mengetahui secukupnya tentang semua itu supaya mereka bisa memperoleh informasi yang tepat dengan biaya yang pantas. Apabila mereka tidak tahu sama sekali tentang riset pemasaran, mereka mungkin membiarkan untuk mengumpulkan informasi yang salah atau informasi yang dikumpulkan dengan biaya yang besar, atau salah di interprestasikan. Mereka bisa bekerja sama dengan peneliti-peneliti pemasaran yang penuh pengalaman, karena demi kepentingan mereka sendiri untuk memperoleh informsi yang menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat. Hal yang sama pentingnya adalah bahwa para manajer cukup mengetahui prosedur riset pemasaran, sehingga mereka mampu ambil bagian dalam perencanaan dan selanjutnya dalam interprsetasi. Berikut akan membicarkan lima langkah besar dalam proses riset pemasaran.
1.      Merumuskan masalah dan tujuan riset
Langkah pertama dalam riset pemasaran adalah memaksa manajer pemasaran dan peneliti pemasaran untuk merumuskan masalah denga hati-hati dan menyepakati tujuan riset. Apabila manajer pemasaran menyuruh peneliti pemasaran, “pergi, dan kumpulkan data tentang pasaran penerbangan”, mereka akan kecewa dengan hasilnya. Beratus-ratus masalah dari sebuah pasar bisa diteliti. Penemuan-penemuan riset akan berguna apabila sesuai dengan masalah yang dihadapi perusahaan. Untuk mengumpulkan informasi itu terlalu banyak makan biaya dan membiarkan maslah direncanakan secara takabur atau tidak tepat akan berarti pemborosan. Pepatah kuno mengatakan: “masalah yang dirumuskan dengan baik berarti setengah terpecahkan”.
2.      Mengembangkan sumber informasi
Langkah kedua riset pemasaran adalah merumuskan jenis informasi yang dibutuhkan dan cara paling efisien untuk mengumpulkan informasi itu. Seorang peneliti bisa mengumpulkan data sekunder, data primer atau kedua-duanya.
Data sekunder merupakan informais yang telah tersedia di suatu tempat, yang telah dikumpulkan untuk maksud-maksud lain. Sedangkan data primer adalah data yang terdiri dari informasi yang dikumpulkan sendiri untuk maksud khusus yang diinginkan saat ini.
a.    Mengumpulkan Data Sekunder
Para peneliti biasanya memulai penelitiannya dengan mengumpulkan data sekunder. Diantara yaitu:
1)      Sumber-sumber internal: perhitungan rugi-laba perusahaan, neraca, jumlah penjualan, laporan keuangan, catatan inventaris, dan laporan-laporan riset sebelumnya.
2)      Publikasi pemerintah: survei pabrik tahunan, statistik usaha, sensus pabrik, sensus penduduk, sensus perdagangan eceran, sensus dagang grosir dan sensus perusahaan jasa.
3)      Buku-buku pemasaran: indeks majalah usahawan, asosiasi ensiklopedia, jurnal pemasaran, jurnal riset pemasaran, jurnal riset konsumen.
4)      Majalah pemasaran: advertising age, business week, fortune, forbes,  dll
Data sekunder memberikan titik awal riset dengan biaya rendah serta cepat diperoleh. Namun demikian, data yang diperlukan oleh para peneliti mungkin tidak tersedia, atau data yang sudah ada usang, tidak tepat, tidak lengkap, atau tidak dipercaya. Dalam hal ini, peneliti terpaksa harus mengumpulkan data primer dengan biaya besar dan keterlambatan lebih lama, namun diharapkan lebih rlevan dan tepat.
b.   Mengumpulkan Data Primer
Data primer bisa dikumpulkan dalam tiga cara, yakni:
1)   Peneliti bisa mengumpulkan data primer melalui observasi mengamati orang dan tempat.
2)    mengumpulkan data primer melalui eksperimen, riset eksperimental memerlukan pengelompokan masalah, memberi perlakuan yang  berbeda-beda pada masing-masing kelompok, mengawasi variabel-variabel dan memeriksa apakah perbedaan yang diamati itu berarti. Maksud riset eksperimental adalah melihat hubungan sebab-akibat dengan meniadakan perbedaan penjelasan terhadap penemuan-penemuan yang diamati.
Metode eksperimental mengasilkan data yang menakjubkan apabila pengendalian secara ketat dilaksanakan. Sampai sejauh ini, rancangan dan pelaksanaan eksperimen meniadakan hipotesa alternatif yang mungkin memberikan hasil yang sama, manajer penelitian dan pemasaran mempunyai keyakinan atas keputusan-keputusan yang diambilnya.
3)   mengumpulkan data primer melalui survei, survei merupakan jalan tengah antara observasi dan eksperimen. Bila observasi paling cocok untuk riset eksploratif, survei paling baik untuk riset deskriptif. Perusahaan melakukan survei untuk mempelajari pengetahuan, kepercayaan, kesukaan, kepuasan orang dan sebagainya.
c.    Alat-alat riset
Para peneliti pemasaran mempunyai satu pilihan diantara dua alat riset yang penting untuk mengumpulkan data primer, yaitu kuesioner dan peralatan mekanik. Kuesioner merupakan alat yang paling umum digunakan untuk mengumpulkan data primer. Kuesioner terdiri dari seperangkat pertanyaan yang disajikan kepada para responden agar dijawab. Kuesioner perlu disusun secara hati-hati, diperiksa. Dan di uji cobakan sebelum mereka bisa digunakan dalam skala luas.
Dalam menyusun kuesioner, peneliti pemasaran secara hati-hati memilih pertanyaan yang akan ditanyakan, bentuk-bentuk pertanyaan, pilihan kata dalam pertanyaan dan urutan pertanyaan. Kesalahan umumnya terjadi dalam pertanyaan yang akan diajukan, termasuk pertanyaan yang tidak bisa dijawab, tidak akan dijawab atau tidak perlu dijawab, dan terlewatinya pertanyaan yang seharusnya dijawab. Setiap pertanyaan harus dipikirkan untuk menentukan apakah pertanyaan berguna bagi tujuan riset. Bentuk pertanyaan bisa mempengaruhi jawaban, peneliti pemasaran membedakan antara pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka.
Pertanyaan tertutup mengandung segala macam jawaban dan responden membuat pilihan diantara jawaban-jawaban itu. Sedangkan pertanyaan terbuka memungkinkan responden menjawab dalam kata-katanya sendiri. Biasanya, pertanyaan terbuka sering kali bisa mengungkap informasi lebih banyak karena jawaban-jawaban responden tidak dibatasi.
Kata-kata dalam pertanyaan perlu sekali diperhatikan. Para peneliti harus menggunakan kata-kata sederhana, langsung dan tepat. Pertanyaan-pertanyaan itu harus di uji cobakan sebelum dipergunakan secara luas. Urutan pertanyaan harus pula diperhatikan. Pertanyaan-pertanyaan awak harus sedapat mungkin dibuat menarik. Pertanyaan-pertanyaan yang sulit atau pribadi sifatnya harus ditanyakan pada akhir interview agar responden tidak bersikap defensif. Pertanyaan harus disusun dalam urutan logis. Pertanyaan-pertanyaan yang mengklasifikasikan responden diletakkan di urutan terakhir karena lebih bersifat pribadi dan kurang menarik bagi responden.
Walaupun kuesioner merupakan alat riset paling umum, alat mekanik juga digunakan dalam riset pemasaran. Galvanometer digunakan untuk mengukur kekuatan minat atau emosi responden yang diakibatkan oleh penampilan iklan atau gambar khusus. Galvanometer mencatat kadar keringat yang ditimbulkan oleh kenaikan emosi seseorang.
d.   Rencana penetapan sampel
Sampel adalah segmen populasi yang dipilih untuk mewakili populasi secara keseluruhan. Peneliti pemasaran harus mengembangkan rencana penetapan sampel yang akan membantu mereka mendapatkan sampel yang tepat untuk risetnya. Hal ini melibatkan tiga keputusan.
1)      Siapa yang akan disurvei? Peneliti harus memutuskan informasi apa yang diperlukan dan siapa yang kira-kira mempunyainya.
2)      Berapa banyak orang yang akan disurvei? Sampel yang jumlahnya banyak lebih bisa diandalkan dari pada sampel yang jumlahnya sedikit.
3)      Bagaimana memilih sampel dalam populasi tersebut? Mereka bisa dipilih secara acak, misalnya menurut kelompok usia, atau penduduk daerah tertentu.
e.    Metode pelaksanaan
 Kegiatan ini adalah menjawab pertanyaan, bagaimana caranya para anggota sampel itu dihubungi, lewat telepon, pos atau tatap muka. Interview lewat telepon adalah metode yang paling tepat untuk mengumpulkan informasi dengan cepat. Pewawancara juga bisa menjelaskan pertanyaan-pertanyaan apabila responden tidak memahami. Dua kelemakahannhya yang pokok adalah bahwa hanya orang-orang yang punya telepon yang dapat di wawancarai dan waktu wawancara terbatas.
Kuesioner lewat pos mungkin metode terbaik untuk mencapai orang-orang yang tidak akan bersedia melaksanakan wawancara pribadi atau yang mungkin sulit dilaksanakan oleh pewawancara. Namun demikian, kuesioner pos memerlukan pertanyaan yang memakai kata-kata sederhana, dan pengirimannya kembali biasanya lambat.
Interview tatap muka adalah yang paling baik dari ketiga metode ini. Pewawancara bisa menanyakan lebih banyak pertanyaan dan bisa melengkapi dirinya dengan observasi terhadap pribadi responden. Intervoew tatap muka adalah metode yang paling mahal dan membutuhkan paling banyak perencanaan dan pengawasan administrasi
3.      Mengumpulkan Informasi
Setelah menyusun rancangan riset, peneliti harus mengumpulkan data. Langkah ini biasanya menghabiskan biaya paling mahal dan paling banyak kemungkinan keliru. Dalam hal survei, timbul empat masalah penting. Beberapa responden tidak bisa dijumpai dirumah maupun di kantor dan harus dihubungi lagi. Para responden lain mungkin menolak untuk diwawancarai. Responden lainnya memberi jawaban tidak jujur dan salah.
Dalam hal eksperimen, para peneliti harus memperhatikan baik-baik kecocokan kelompok eksperimen dan kelompok pengawas, tidak mempengaruhi para responden agar datang, memberikan perlakuan yang seragam dan mengawasi berbagai faktor lainnya.
4.      Menganalisis Informasi
Langkah selanjutnya dalam proses riset pemasaran adalah menyortir informasi dan penemuam penting dari data yang terkumpul. Peneliti menyimpan data tersebut dalam bentuk tabel. Ia lalu mengembangkan dan menghitung statistik seperti distribusi-distribusi frekuensi, rata-rata dan jarak penyebaran. Setelah itu, peneliti mencoba menerapkan beberapa teknik statistik lanjutan dan model pengambilan keputusan dalam sistem pemasaran analitis dengan harapan menemukan informasi tambahan.
5.      Melaporkan Penemuan
Peneliti seharusnya tidak memberi banyak tugas kepada para manajer pemasaran dengan angka-angka teknik statistik lanjutan, mereka akan mengabaikannya. Peneliti harus melaporkan penemuan-penemuan penting yang berguna untuk pengambilan keputusan-keputusan pemasaran penting yang harus dilakukan manajemen. Riset tersebut akan berguna apa bila ia mengurangi berbagai ketidakpastian yang dihadapi oleh para pimpinan pemasaran.
Daftar Pustaka:
Kotler, Philip. 1999. Marketing. Jakarta: Erlangga
Mursid, M. 2008. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara

yahoo aplikasion and puplibs

aplikasi dan publis yahoo

29 Juni 2012

iklanblogger.com

contoh : Test Kompetensi Guru IPS SMP/mts GEOGRAFI

Test Kompetensi Guru IPS SMP, Soal Uji Kompetensi Guru IPS SMP
1. Jelaskan fungsi dan peranan peta dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Jelaskan pula makna kata “dipilih” yang terkandung dalam peta.
2. Jelaskan kegunaan skala peta bagi para pengguna peta.
3. Mengapa antara judul peta dan isi peta harus sama?
4. Jelaskan mengapa atlas merupakan suatu buku acuan, apa kebaikan dan kelemahan atlas?
5. Bagaimana cara mengukur skala globe? Lakukan pengukuran dengan menggunakan benang jarak antara dua tempat pada Globe, berapakah jarak sebenarnya dari dua tempat tersebut?
6. Apakah kegunaan peta sebagai media pembelajaran?
7. Apakah yang disebut peta umum dan peta tematik itu?
8. Apakah kegunaan Globe itu?
9. Jelaskan semboyan kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia
10. Jelaskan kegiatan VOC di Indonesoa bagian Timur, bagaimana pula kegiatan di Jawa Jelaskan pemerintah kolonial berusaha merombak tatanan politik kerajaan- kerajaan pribumi
11. Jelaskan jasa-jasa Rafles selama berkuasa di Indonesia pula kegiatan di Jawa Terangkan Pengaruh Tanam Paksa bagi masyarakat pribumi
12. Jelaskan pengertian dari interaksi sosial!
13. Jelaskan syarat-syarat terjadinya interasi sosial!
14. Berikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial yang anda ketahui!
15. Uraikan definisi apa yang anda ketahui tentang struktur sosial!
16. Jelaskan ciri-ciri dari struktur sosial!
17. Berikan contoh dari fungsi struktur sosial yang anda ketahui!
18. Uraikan definisi dari sosialisasi!
19. Jelaskan bentuk-bentuk sosialisasi yang anda ketahui!
20. Berikan contoh bentuk-bentuk sosialisasi yang pernah anda alami!
21. Uraikan definisi dari kebudayaan
22. Jelaskan fungsi kebudayaan bagi manusia!
23. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang gerak kebudayaan!
24. Apa yang anda ketahui tentang perubahan sosial dan budaya
25. Jelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan sosial dan Budaya
26. Jelaskan bentuk-bentuk perubahan sosial budaya yang anda ketahui!

 

TANYA JAWAB SOAL UJI KOMPETENSI SOSIAL

 

1.       Apa yang dimaksud dengan kompetensi sosial seorang guru?

Jawab : Kompetensi sosial seoang guru adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan beinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

2.       Apa saja cakupan kompetensi sosial seorang guru?

Jawab : Kompetensi sosial seoang guru meliputi :

(1)    Berkomunikasi lisan, tulisan, dan / atau isyarat.

(2)    Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional,

(3)    Begaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua/wali peserta didik,

(4)    Begaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku, dan

(5)    Menerapkan pinsip-prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan.

3.       Selain seorang guru dituntut untuk menguasasi bidang ilmu yang di tempuhnya, apa tugas penting seorang guru terkait dengan kompetensi sosialnya?

Jawab : Seorang guru dituntut tidak hanya pandai menguasai bidang ilmu yang di tempuhnya, tapi juga mengajarkan ilmunya kepada siswa-siswinya di sekolah dan juga menerapkannya pada masyarakat sehingga tecopta masyarakat yang madani.

4.       Apa saja kompetensi yang harus dimiliki oleh seoang guru untuk dapat melaksanakan peran sosial kemasyarakatannya?

Jawab : Untuk dapat melaksanakan peran sosial kemasyarakatan, guu harus memiliki kompetensi dalam hal sebagai berikut:

(1)    Aspek normatif kependidikan, yaitu untuk menjadi guru yang baik tidak cukup digantungkan kepada bakat, kecerdasan, dan kecakapan saja, tetapi juga harus beritikad baik sehingga hal ini bertautan norma yang dijadikan landasan dalam melaksanakan tugasnya,

(2)    Pertimbangan sebelum memilih jabatan guru,

(3)    Mempunyai program yang menjurus untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dan kemajuan pendidikan.

5.       Apa indikator yang menceminkan kompetensi sosial guru menurut Arikunto?

Jawab : menurut Arikunto, kompetensi sosial guru tercermin melalui indikator sebagai berikut :

(1). Interaksi guru dengan siswa

(2). Interaksi guru dengan kepala sekolah

(3). Interaksi guru dengan rekan kerja

(4). Interaksi guru dengan orang tua siswa

(5). Interaksi guru dengan masyarakat

 

6.        Apa indikator yang menceminkan kompetensi sosial guru menurut Irwan Nasution dan Amiruddin Siahaan?

Jawab : indikator yang digunakan oleh Irwan Nasution dan Amiruddin Siahaan mengenai kompetensi sosial seorang guru, yaitu :

(1). Berkomunikasi lisan, tulisan, dan isyarat

(2). Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional

(3). Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua/wali peserta didik, bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku

(4). Menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan

         7.  Posisi  strategis seorang guru tidak hanya bermakna pasif, justru bermakna Aktif Progresif.        Apa maksud dari aktif progresif tersebut?

Jawab : Posisi strategis seorang guru tidak hanya bermakna pasif, justru harus bermakna Aftif Progresif, yang artinya, guru harus bergerak memberdayakan masyarakat menuju kualitas hidup yang baik dan sempurna (perpect) di segala aspek kehidupan, khususnya pengetahuan moralitas, sosial, budaya, dan ekonomi kerakyatan.

8.Apa saja peran penting guru di tengah masyarakat?

Jawab : Guru memiliki beberapa peran penting di tengah masyarakat antara lain ;

(1). Pendidik

(2). Penggerak Potensi

(3). Pengatur Irama

(4). Penengah Konflik

(5). Pemimpin Kultural

9. peran dan fungsi seorang guru tidak mungkin lepas dari kondisi sosial di masyarakat yang sifatnya kompleks.  Apa saja peran dan fungsi seorang guru?

Jawab :  Posisi guru tidak mungkin lepas dari kondisi sosial di masyarakat yang sifatnya kompleks. Untuk itu peran dan fungsi guru adalah sebagai berikut :

(1). Motivator dan Inovator dalam Pembangunan Pendidikan

(2). Perintis dan Pelopor Pendidikan

(3). Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pengetahuan

(4). Pengabdian

10. Apa jenis-jenis kompetensi sosial yang harus dimiliki guru menurut Cece Wijaya? Jelaskan dan berilah ilustrasi masing-masing jenis kompetensi sosial tersebut!

Jawab : jenis-jenis kompetensi sosial yang harus dimiliki guru menurut cece Wijaya adalah sebagai berikut :

(1). Terampil Berkomunikasi dengan Peserta Didik dan Orang Tua Peserta Didik

(2). Bersikap Simpatik                                       

(3). Dapat bekerja sama dengan Dewan Pendidikan/Komite Sekolah

(4). Pandai Begaul dengan Kawan Sekerja dan Mitra pendidikan

(5). Memahami Dunia Sekitarnya (Lingkungannya)

TANYA JAWAB SOAL UJI KOMPETENSI KEPRIBADIAN

1.       Apa  yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian seorang guru

Jawab : Kompetensi kepribadian seorang guru adalah kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari.

2.       Apa saja karakteristik kepribadian seorang yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya?

Jawab : Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis.

3.       Apa saja cakupan kompetensi kepribadian guru?

Jawab : Kompetensi kepribadian guru mencakup : sikap (attitude), nilai-nilai (value) kepribadian (personality) sebagai elemen perilaku (behaviour) dalam kaitannya dengan perfomance yang ideal sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilandasi oleh latar belakang pendidikan, serta legalitas kewenangan mengajar.

4.       Apa pengaruh besar karakteristik kepribadian seorang guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar?

Jawab :  Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar, memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia.

5.       Apa saja cakupan kompetensi kepribadian menurut Gumelar dan Dahyat?

Jawab :  Gumelar dan Dahyat mengemukakan bahwa kompetensi kepribadian meliputi

(1). Pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama,

(2). Pengetahuan tentang budaya dan tradisi,

(3). Pengetahuan tentang inti demokrasi,

(4). Pengetahuan tentang estetika,

(5). Memiliki apresiasi  dan kesadaran sosial,

(6). Memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan,

(7). Setia terhadap harkat dan martabat manusia.

6.  apa saja kemampuan pesonal guru menurut  Johnson (sebagaimana yang dikutip Anwar)?

Jawab : Johnson, sebagaimana dikutip Anwar, mengemukakan bahwa kemampuan personal guru mencakup :

(1). Penampilan sikap yang positif terhadap keseluuhan tugasnya sebagai guru, dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan  beserta unsur-unsurnya,

(2). Pemahaman, penghayatan dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dianut seorang guru,

(3). Kepribadian, nilai, sikap hidup ditampilkan dalam upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya.

7.  Apa indikator yang mencerminkan kompetensi kepribadian seorang guru?

Jawab : Kompetensi kepribadian guru tercermin dari indikator (1). Sikap, dan (2). Keteladanan

8.       Apa fungsi kompetensi kepribadian guru?

Jawab : Fungsi kompetensi kepribadian guru adalah memberikan bimbingan dan suri teladan, secara bersama-sama mengembangkan kreativitas dan mengembangkitkan motif belajar serta dorongan untuk maju kepada anak didik.

9.       Sebutkan tiga cerminan pribadi yang harus dimiliki seorang guru untuk meningkatkan kompetensi kepribadiannya?

Jawab : Untuk meningkatkan kompetensi, guru dituntut untuk menatap dirinya dan memahami konsep dirinya. Seorang guru harus mampu berkaca pada dirinya sendiri, bila ia berkaca ia akan melihat bukan satu  pribadi, tetapi ada tiga pribadi yaitu :

(1). Saya dengan konsep diri saya (self concept)

(2). Saya dengan ide saya (self idea)

(3). Saya dengan realita diri saya (self reality)

10. Apa saja kompetensi kepribadian yang perlu dimiliki guru?

Jawab : Kompetensi kepribadian yang perlu dimiliki guru antara lain :

(1). Guru sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa berkewajiban untuk meningkatkan iman dan ketakwaannya kepada Tuhan, sejalan dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. Dalam hal ini guru mesti beragama dan taat dalam menjalankan ibadahnya.

(2). Guru memiliki kelebihan dibandingkan yang lain. Oleh karena itu perlu di kembangkan rasa percaya pada diri sendiri dan tanggung jawab bahwa ia memiliki potensi yang besar dalam bidang keguruan dan mampu untuk menyelesaaikan berbagai persoalan yang di hadapinya.

(3). Guru senantiasa berhadapan dengan  komunitas yang berbeda dan beragam keunikan dari peserta didik dan masyarakatnya maka guru perlu untuk mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleransi dalam menyikapi perbedaan yang ditemuinya dalam berinteraksi dengan peserta didik maupun masyarakat.

(4). Guru diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam menumbuh kembangkan budaya berfikir kritis di masyarakat, saling menerima dalam perbedaan pendapat dan menyepakatinya untuk mencapai tujuan bersama maka dituntut seorang untuk bersikap demokratis dalam menyampaikan dan menerima gagasan-gagasan mengenai permasalahan yang ada di sekitarnya sehingga guru menjadi terbuka dan tidak menutup diri dari hal-hal yang berada dilur dirinya.

(5). Guru mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan pembaharuan, baik dalam bidang profesinya maupun dalam spesialisnya.

 

TANYA JAWAB SOAL UJI KOMPETENSI KEPRIBADIAN

 

1.       Apa  yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian seorang guru

Jawab : Kompetensi kepribadian seorang guru adalah kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari.

2.       Apa saja karakteristik kepribadian seorang yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya?

Jawab : Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis.

3.       Apa saja cakupan kompetensi kepribadian guru?

Jawab : Kompetensi kepribadian guru mencakup : sikap (attitude), nilai-nilai (value) kepribadian (personality) sebagai elemen perilaku (behaviour) dalam kaitannya dengan perfomance yang ideal sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilandasi oleh latar belakang pendidikan, serta legalitas kewenangan mengajar.

4.       Apa pengaruh besar karakteristik kepribadian seorang guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar?

Jawab :  Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar, memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia.

5.       Apa saja cakupan kompetensi kepribadian menurut Gumelar dan Dahyat?

Jawab :  Gumelar dan Dahyat mengemukakan bahwa kompetensi kepribadian meliputi

(1). Pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama,

(2). Pengetahuan tentang budaya dan tradisi,

(3). Pengetahuan tentang inti demokrasi,

(4). Pengetahuan tentang estetika,

(5). Memiliki apresiasi  dan kesadaran sosial,

(6). Memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan,

(7). Setia terhadap harkat dan martabat manusia.

6.  apa saja kemampuan pesonal guru menurut  Johnson (sebagaimana yang dikutip Anwar)?

Jawab : Johnson, sebagaimana dikutip Anwar, mengemukakan bahwa kemampuan personal guru mencakup :

(1). Penampilan sikap yang positif terhadap keseluuhan tugasnya sebagai guru, dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan  beserta unsur-unsurnya,

(2). Pemahaman, penghayatan dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dianut seorang guru,

(3). Kepribadian, nilai, sikap hidup ditampilkan dalam upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya.

7.  Apa indikator yang mencerminkan kompetensi kepribadian seorang guru?

Jawab : Kompetensi kepribadian guru tercermin dari indikator (1). Sikap, dan (2). Keteladanan

8.       Apa fungsi kompetensi kepribadian guru?

Jawab : Fungsi kompetensi kepribadian guru adalah memberikan bimbingan dan suri teladan, secara bersama-sama mengembangkan kreativitas dan mengembangkitkan motif belajar serta dorongan untuk maju kepada anak didik.

9.       Sebutkan tiga cerminan pribadi yang harus dimiliki seorang guru untuk meningkatkan kompetensi kepribadiannya?

Jawab : Untuk meningkatkan kompetensi, guru dituntut untuk menatap dirinya dan memahami konsep dirinya. Seorang guru harus mampu berkaca pada dirinya sendiri, bila ia berkaca ia akan melihat bukan satu  pribadi, tetapi ada tiga pribadi yaitu :

(1). Saya dengan konsep diri saya (self concept)

(2). Saya dengan ide saya (self idea)

(3). Saya dengan realita diri saya (self reality)

10. Apa saja kompetensi kepribadian yang perlu dimiliki guru?

Jawab : Kompetensi kepribadian yang perlu dimiliki guru antara lain :

(1). Guru sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa berkewajiban untuk meningkatkan iman dan ketakwaannya kepada Tuhan, sejalan dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. Dalam hal ini guru mesti beragama dan taat dalam menjalankan ibadahnya.

(2). Guru memiliki kelebihan dibandingkan yang lain. Oleh karena itu perlu di kembangkan rasa percaya pada diri sendiri dan tanggung jawab bahwa ia memiliki potensi yang besar dalam bidang keguruan dan mampu untuk menyelesaaikan berbagai persoalan yang di hadapinya.

(3). Guru senantiasa berhadapan dengan  komunitas yang berbeda dan beragam keunikan dari peserta didik dan masyarakatnya maka guru perlu untuk mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleransi dalam menyikapi perbedaan yang ditemuinya dalam berinteraksi dengan peserta didik maupun masyarakat.

(4). Guru diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam menumbuh kembangkan budaya berfikir kritis di masyarakat, saling menerima dalam perbedaan pendapat dan menyepakatinya untuk mencapai tujuan bersama maka dituntut seorang untuk bersikap demokratis dalam menyampaikan dan menerima gagasan-gagasan mengenai permasalahan yang ada di sekitarnya sehingga guru menjadi terbuka dan tidak menutup diri dari hal-hal yang berada dilur dirinya.

(5). Guru mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan pembaharuan, baik dalam bidang profesinya maupun dalam spesialisnya.