14 Juni 2012

contoh makalah atau karya ilmiah

  oleh muhammad rofiul alim dan kurniyatul uyun
BAB 1
PENDAHULUAN


1.1          Latar Belakang Masalah
Generasi muda adalah generasi penerus bangsa dan calon pemimpin pada masa depan. Baik buruknya suatu negara tergantung pada generasi muda tersebut. Masa muda atau masa remaja adalah masa – masa yang paling indah dan susah untuk dilupakan seumur hidup, dan pada inilah peran orang tua sangat penting, karena saat itu remaja mencari jati diri dan menentukan ke arah mana sikap dan cara berpikirnya. Akan tetapi, ditengah sibuknya berjuang mencari jati diri tersebut, mereka dihadapkan pada dunia luar dan lingkungan yang keras serta bebas. Sebagai generasi muda yang berguna bagi Bangsa dan Negara. Di era globalisasi ini, tantangan dan cobaan sangatlah besar, tidak terkecuali kaum remaja dalam mengarungi kehidupan. Seorang remaja yang baik harus mempunyai pegangan agama yang kuat dan tangguh. Saat ini banyak sekali remaja atau generasi muda sekarang ini yang telah melupakan norma dan nilai etika kesopanan dalam pergaulan
Pergaulan merupakan interaksi sosial antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok. Disini lah cara pikir dan karakter remaja terbentuk dan peranan agama sangatlah di butuhkan. melakukan hal yang positif seperti kegiatan peduli sosial lingkungan, kegiatan agama ( solat jamaah, pengajian, tibaan, dan lain – lain ). Generasi muda yang sholeh harus dilandasi agama yang membentuk iman dan takwa yang akan menjauhkan diri dari pergaulan bebas yang tidak sehat.


oleh muhammad rofiul alim dan kurniyatul uyun

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam karya ilmiah ini adalah:
1.    Apakah dampak positif dan negatif dari era globalisasi dan teknologi modern dikalangan remaja saat ini?
2.    Apakah peranan agama, lingkungan, orang tua dapat menjadikan generasi muda yang baik?
3.    Bagaimana cara menjadi generasi muda muslim yang soleh dan  berprestasi?
1.3  Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini antara lain:
a.    Mengetahui dampak positif dan negatif dari era globalisasi dan teknologi modern dikalangan remaja saat ini
b.    Mengetahui peranan agama, lingkungan, orang tua dapat menjadikan generasi muda yang baik
c.    Mengetahui cara menjadi generasi muda muslim yang soleh dan  berprestasi
1.4  Manfaat Penelitian   
a. Bagi Siswa
-  mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan tentang agama dan amal sholeh.
-  Mempertebal serta mengkuatkan iman dan takwa.



b. Bagi Sekolah
- Sekolah dapat membina para siswa – siswi agar menjadi generasi muda soleh dan berprestasi. Dengan nasehat dan bimbingan para guru serta siraman rohani untuk memperkuat imam dan takwa, agar menjadi insan yang beriman.

c. Bagi Orang Tua                                                                                         
-    Dengan diketahuinya membimbing, mengawasi, menasehati remaja agar jadi remaja yang soleh.
-    Serta agar menjadi generasi sehat masa depan yang berguna bagi bangsa dan Negara.

d. Bagi Pemerintah
-       Memberi kurikulum PAI yang cukup serta tepat.

1.5  Ruang Lingkup Masalah
Supaya pembahasan tidak kemana – mana arahnya, maka akan dibatasi ruang lingkupnya, yaitu tentang:
a.    Remaja di era globalisasi & teknologi
b.    Peranan agama bagi kehidupan remaja
c.    Lingkungan remaja

oleh muhammad rofiul alim dan kurniyatul uyun


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1         Generasi Muda Sholeh / Sholehah Berpresasi
2.1.1     Klasifikasi Generasi Muda Sholeh / Sholehah
Klasifikasi secara pengertian garis besar:
Remaja           : suatu masa atau jenjang dimana seseorang mencari jati diri dan kepercaan diri “masa – masa yang indah yang sulit di lupakan”.
Sholeh             : seorang anak yang patut pada orang tua, berlandasan agama, serta baik ahlaq nya.
Pelajar             : penduduk Negara yang masih sekolah di suatu lembaga (Umur 6 – 19 tahun).
Ilmu                 : wawasan / pengetahuaan tentang suatu hal, atau suatu hal yang di anjurkan oleh nabi muhmmad saw untuk mencari dari bayi sampai liyang lahat.
Amal                : Perbuatan / sesuatu yang baik serta di ridho I Allah SWT.
Globalisasi      : suatu masa kemajuan teknologi informasi yang pesat yang terdapat dampak positif serta negatif.
Teknologi         : suatu alat atau mesin yang meringankan pekerjaan manusia.
Lingkungan      : suatu tempat atau daerah yang terdiri dari  individu – individu.

2.1.2      Remaja Sholeh
Masa muda atau sering dikatakan remaja adalah masa – masa yang paling indah dan susah dilupakan seumur hidup. Dan jenjang inilah peran orang tua sangat penting, karena saat itu remaja mencari jati dirinya dan menentukan ke arah mana sikap dan cara berpikir anak, positif ataukah negatif. Akan tetapi, ditengah sibuknya berjuang mencari jati diri tersebut, mereka dihadapkan pada dunia luar dan lingkungan yang keras serta bebas, disini sangatlah penting peran agama sebagai pembentuk karakter remja sehingga menjadi generasi muda sholeh dan berprestasi.

2.2      Peran Orang Tua dan Agama
Peran orang tua sangatlah penting bagi pertumbuhan, perkembangan, serta cara pikir remaja. Disinilah peran orang tua dapat membantu anak dalam menentukan dan mengarahkan ke hal yang positif dengan membekali iman serta pegangan yang kuat dan tangguh dan mengisi dengan kegiatan atau aktivitas agama agar membentuk imam dan takwa, dan menjadikan anak sebagai insan yang baik di tengah – tengah masyarakat yang berguna bagi Bangsa dan Negara.
Islam mengajarkan untuk menjadi anak sholeh / sholehah. Allah berfirman :






Dari firman Allah tersebut sudah tertulis jelas bahwa           
Ilmu pendidikan di sekolah belum cukup bagi seorang remaja sebagai benteng pergaulannya, karena iman mereka akan mudah goyah apabila ilmu agamanya tipis. Dengan begini tidak ada salahnya jika setiap remaja wajib menebalkan iman mereka agar menjadi generasi muda sholeh / sholehah yang berprestasi.

2.3  Fakta dan Data Akibat Buruk dari kurang pengetahuan wawasan dan Ilmu Agama
1. tahun 2010 lebih dari 7 pelajar di kabupaten Tuban putus sekolah untuk mengamen.
2.  Ditemukan bayi cacat “gagal aborsi” atau dibuang karena hasil hubungan haram dari pergaulan bebas karena kurang pengetahuan agama.
3. Tahun 2006 meningkatnya penganguran di bojonegoro dan utus sekolah.

2.4  Menjamurnya penganguran di Indonesia
Ilmu dan amal sangat di butuhkan di era globalisasi
Sekarang ini coba kita lihat pada tahun 2011, para remaja terjangkit NARKOBA, HIV / AIDS, dan hamil diluar nikah. Hal tersebut dikarenakan pergaulan bebas di Indonesia meningkat. Dan salah satu contoh pelajar SMA/sederajat banyak yang putus sekolah dikarenakan kecanduan MIRAS, NARKOBA, terjangkit HIV/AIDS dan hamil diluar nikah. Dan dapat merusak tatanan serta kepribadian bangsa Indonesia.









BAB III 
Metodologi Penelitian

3.1  Tempat
MAN MODEL BOJONEGORO

3.2  Waktu
bulan Mei 2012 sampai dengan juni 2012

3.3  Desain Penelitian ini merupakan study literature, dalam hal ini data yang diambil adalah data sekunder dari berbagai sumber. Seperti: buku-buku bacaan, internet, dan hasil eksperimen atau penelitian yang sudah pernah di lakukan.

3.4  Teknik Pengumpulan Data
Pengambilan data dalam observasi atau penelitian ini dilakukan dengan cara:
3.4.1      Teknik Kepustakaan
Teknik kepustakaan ini digunakan untuk mengumpulkan bahan-bahan yang bersifat teoristis dalam menyusun landasan penelitian, baik berupa konsep, definisi yang digunakan sebagai dasar dalam menjelaskan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini.

3.4.2    Teknik Dokumentasi
Teknik ini digunakan untuk mengambil data sekunder, serta cara membangun remaja sholeh / sholehah yang berprestasi di Indonesia khususnya di Bojonegoro dan data lainnya yang berkaitan dengan pembahasan karya ilmiah remaja ini.






Penelitian dan pengamatan data POLSEK BALEN dan LSM di daerah Kec.Balen
No.
Kelompok
Perlakuan
Waktu

Keterangan
1



















2.
A.Remaja di lingkungan bebas tanpa perhatian orang tua.















B.Remaja di lingkungan pesantren / di bekali agama serta di perhatikan orang tua.

Melihat serta memperhatikan perilaku, sikap dan aktivitas Remaja di lingkungan bebas tanpa perhatian orang tua dan memberikan skala sikap.











Melihat serta memperhatikan perilaku, sikap dan aktivitas Remaja di lingkungan pesantren / di bekali agama serta di perhatikan orang tua dan memberikan skala sikap.
Januari -
Februari  2012


















Januari -
Februari  2012

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pergaulan remaja di lingkungan bebas tanpa perhatian orang tua dan memberikan skala sikap yang tertuju pada kecenderungan melakukan perbuatan di luar norma dan etika kesopanan “a moral” seperti pacaran berlebihan, minuman keras, narkoba,terjangkit HIV, AIDS melihat video porno serta baru – baru ini salah guna teknologi terdapat video mesum “balen bergoyang” yang dilakukan pelajar SMA.


Dari data tersebut dapat disimpulkan sikap dan aktivitas Remaja di lingkungan pesantren / di bekali agama serta di perhatikan orang tua dan memberikan skala sikap yang positif dan dapat mencegah, serta menangulangi kenakalan remaja, pergaulan bebas. Dan kegiatan positif contoh mengunakan teknologi dengan baik dan bermanfaat.



BAB IV
ANALISA DATA

            Dari table tersebut Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi pergaulan bebas. Di era globlalisasi saat ini banyak solusi yang diambil oleh orang tua untuk menjadikan anaknya menjadi lebih baik dan berprestasi. Selain pengawasan dari orang tua, memilih pesantren atau yayasan sebagai tempat menimba ilmu. Salah satu contoh adalah menyekolahkan anak di suatu yayasan pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan sebuah tempat yang mengajarkan ilmu agama islam, di tempat ini banyak ilmu baru yang dapat diperoleh mulai dari hal kecil seperti sopan santun dalam berbicara sampai segala hal yang berhubungan dengan manusia. Di pesantren seorang siswa atau yang sering disapa dengan sebutan santri, dididik dan dibekali tentang ilmu agama. Tidak hanya ilmu agama tetapi juga diajarkan tentang ilmu umum seperti sekolah – sekolah umum lainnya.
            Pondok pesantren sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang yang lemah ilmu agamanya, karena orang tersebut cenderung berpikiran bahwa seseorang yang tinggal di pesantren relatif tertinggal dalam hal teknologi dan informatika. Presepsi seperti itu salah besar karena hal itu dapat menyebabkan terjadinya pendikotomian ilmu. Karena sesungguhnya ilmu agama merupakan dasar bagi seluruh ilmu. Banyak kegiatan dan aktifitas yang bermanfaat yang sering dilakukan oleh seorang santri, seperti mengaji kitab agama dengan kyai atau ustad, musyawarah bersama, khitobiyah, dan lain – lain. Di sini kegiatan santri terjadwal dengan baik sesuai dengan peraturan dari pesantren, mulai dari bangun tidur sampai akan tidur malam. Selama proses pembelajaran di pesantren, seorang Kyai atau ustadz pastinya akan mengkaji tentang hal – hal yang berhubungan dengan seluruh kehidupan manusia, sejak dalam kandungan hingga di akhirat.
            Salah satu kajian dalam pesantren adalah pergaulan bebas. Pergaulan bebas menurut pandangan agama merupakan suatu penyimpangan perilaku atau interaksi sosial yang tidak sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku menurut agama atau pun menurut hukum di Indonesia. Sebagai seorang remaja yang hidup di lingkungan pesantren telah dibekali pegangan agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Kegiatan – kegiatan yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pergaulan bebas:
Ø  Aktif dalam musyawarah bersama tentang permasalahan yang akan dibahas dan diselesaikan. Dalam musyawarah bersama ini tentunya ada permasalahan kemudian diselesaikan bersama juga. Dalam hal ini kita sebagai seorang remaja yang ikut serta dalam musyawarat tersebut dapat menambah wawasan pengetahuan tentang masalah yang sedang dibahas.
Ø  Ikut berperan dalam organisasi remaja santri yang bertujuan untuk saling tukar menukar wawasan antara remaja dengan remaja lain, sehingga yang awalnya belum tahu menjadi tahu.
Ø  Mengikuti lomba – lomba keagamaan seperti: cerdas-cermat qur’an, qiro’ah, kaligrafi, khitobiyah.
Kegiatan tersebut jika sering dilakukan maka akan melahirkan generasi muda dengan wawasan yang luas serta iman yang kuat.
            Perlahan tapi pasti, tahap – tahap yang dilakukan untuk menghasilkan generasi muda berprestasi dengan landasan ilmu agama yang kuat adalah dari pendekatan terhadap remaja, mengajak dan mengimbau sesama teman untuk melakukan kegiatan yang positif, menjauhkan diri dari penyimpangan norma dan nilai sosial di masyarakat, memiliki batasan dalam berteman dengan lawan jenis. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan generasi muda yang lebih baik.
            Pergaulan bebas sangatlah berbahaya bagi remaja yang tidak memiliki wawasan pendidikan dan ilmu agama yang luas. Karena mereka akan cenderung mengikuti ajakan teman untuk mencoba – coba dengan yang namanya minuman keras bahkan NARKOBA. Hal tersebut sangat mengkhawatirkan jika seluruh remaja di indonesia tidak memiliki wawasan pendidikan serta ilmu agama yang kuat. Dengan adanya ilmu agama yang kuat maka seorang remaja yang baik akan memberikan batasan – batasan dalam bergaul. Mengingatkan terhadap teman dekat apabila ia telah terjerumus dalam pergaulan bebas dengan mengingatkan kepada mereka bahwa pergaulan bebas merupakan perbuatan dosa. Dan berperilaku sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku dan tidak melakukan penyimpangan sikap dan perilaku.
            Dengan cara menjauhkan diri dari penyimpangan sosial, mengamalkan kegiatan keagamaan yang bermanfaat, memberikan batasan terhadap diri sendiri bahwa pergaulan bebas adalah dosa, dan tidak mempunyai keinginan untuk meminum minuman keras bahkan mencoba NARKOBA. Tak lupa peran orang tua juga sangat penting dalam menentukan pendidikan anak untuk masa depannya.



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


5.1         KESIMPULAN
Ada pun kesimpulan yang dapat penulis ambil dari hasil pembahasan di atas adalah:
a)    Generasi muda adalah generasi penerus bangsa dan calon pemimpin pada masa depan. Baik buruknya suatu negara tergantung pada generasi muda tersebut.
b)    Pentingnya peran orang tua dalam menentukan pendidikan terhadap anak yang bagus dan dapat menjadikannya lebih baik dan berprestasi dengan cara memilih pondok pesantren sebagai tempat untuk menimba ilmu. Di pesantren seorang siswa dididik dan dibekali tentang ilmu agama
tetapi juga diajarkan tentang ilmu umum seperti sekolah – sekolah umum lainnya. Banyak kegiatan dan aktifitas yang bermanfaat yang sering dilakukan oleh seorang santri, seperti mengaji kitab agama dengan kyai atau ustad, musyawarah bersama, khitobiyah, dan lain – lain.
c)    Kegiatan – kegiatan yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pergaulan bebas bagi remaja pesantren: Aktif dalam musyawarah bersama tentang permasalahan pergaulan remaj yang akan dibahas dan diselesaikan. Ikut berperan dalam organisasi remaja santri yang bertujuan untuk saling tukar menukar wawasan antara remaja dengan remaja lain tentang bahaya pergaulan bebas.
d)    Upaya remaja pesantren dalam mencegah dan menanggulangi pergaulan bebas menuju generasi muda berprestasi yaitu dengan cara menjauhkan diri dari penyimpangan sosial, mengamalkan kegiatan keagamaan yang bermanfaat, memberikan batasan terhadap diri sendiri bahwa pergaulan bebas adalah dosa, dan tidak mempunyai keinginan untuk meminum minuman keras bahkan mencoba NARKOBA.




5.2         SARAN-SARAN
              Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan, antara lain :
Sebaiknya para remaja harus memilih lingkungan dan teman yang baik agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja khususnya pergaulan bebas. Dan orang tua memantau, mendidik, mengawasi, serta mengarahkan ke hal – hal yang baik dan positif, atau dengan memilih pondok pesantren sebagai tempat menimba ilmu anak.



DAFTAR PUSTAKA

Yanto, Romi. 2011. Sosiologi. Solo: Haka MJ
Fadlullah Hamid, M.PdI. dkk. 2005. Akhlak Remaja. Surakarta: CV. Putra Nugraha.
Tim MGMP MA Negeri sewilker Bojonegoro. 2010. Aqidah Akhlak. Surakarta: Amanah.
Y.W Doddy. 2011. Pergaulan Remaja. Surakarta: Aspirasi.
Depag. 2000. Pendidikan Agama Islam. Jakarta.
Drs. Abd. Rochim, M.Ag. dkk. 2004. Ilmu Fiqih. Semarang: C.V.GANI & son.

oleh muhammad rofiul alim dan kurniyatul uyun

Tidak ada komentar: